Rabu, 26 September 2012

Love on Autumn

Diposting oleh eigengrauf di 03.01 0 komentar

Kinana : Minna~ saya bikin fic baru~!

Yu-chan : Eh...fic lainnya masih hutang noh!

Kinana :summimasen buat yang nungggu battle love… tugas ku banyak… satu kali pelajaran langsung dapet PR berjibun..hiks… T_T #nangis terharu#

Yu-chan : Ya udah lah. Kali ini siapa pairnya?

Kinana : Buat fujoshi dan fudanshi berbahagia lah. Karena akhirnya saya bisa bikin pair yaoi. Dan Ichi-nii... kali ini akan dengan Chibi-tan

Ichigo : #muncul tiba – tiba dengan mata berbinar# Waaa... bener nih?! Makasih ya Kina-chan! #meluk Kinana#

Kinana : Lepas! Aku cuman suka sama Hichigo-kun #nonjok Ichigo#

Ichigo : #pingsan + mimisan#

Kinana : #di bantai Ichigo FC# #Kabur#

Yu-chan : #menghela nafas# Gezz...minna read and reaview ya!

Kinana : #sambil lari sekencang – kencangnya# Iya! Hosh...Read...hosh... and Reaview...hosh... deh minna~! #tepar#

Pairing : IchiHitsu...Pasangan Paling OKE! #ngibarin bendera dengan tulisan 'IchiHitsu 100% yey' yang gede sambil nyanyiin kalimat tadi#

Summary : Hitsugaya Toushiro membenci Kurosaki Ichigo yang –menurutnya– telah membuatnya menderita.

Hitsugaya Toushiro berfikir bahwa Kurosaki Ichigo adalah dewa kematian yang ingin menyiksanya sebelum mencabut nyawanya.

Hitsugaya Toushiro berubah pikiran saat melihat senyuman Kurosaki Ichigo untuk pertama kalinya

Dia berfikir...

Apakah ada dewa kematian yang mempunyai senyuman sehangat itu?

Disclaimer : kalau Bleach punya ku pasti isinya 95% IchiHitsu dan 5% pertarungan dengan Hollow, Arrancar, Menos, dll. TITE KUBO-SAN! BERIKAN BLEACH PADA KU! SUPAYA ADEGAN YAOI MAKIN BANYAK! GYAHAHAHAHAHAHA #teriak pake TOA, menggila, di tendang tite kubo#

Tite Kubo : LO KIRA BLEACH ITU DAOUJINSHI YAOI APA?!

Kinana : #melayang sampe mars#

Warning : OOC, bahasa tidak baku, minim humor, gaje, typo(s), jangan ngeflame ya... nanti aku bisa nangis kalau readers ngeflame #puppy eyes, readers muntah# jadi don't like dun read ya! moga – moga yang baca suka deh...!
Love on The Autumn

Hitsugaya duduk di bangku kayu panjang di taman itu. Hari ini adalah hari pertama musim gugur, kelopak bunga sakura yang memang pohonnya berada di balakang bangku itu berguguran. Cowok mungil itu baru saja sampai di sana, tapi begitu melihat kelopak bunga sakura yang berguguran dia jadi ingat orang itu. Orang yang mempunyai mata coklat musim gugur. Orang yang telah memecahkan es di hati seorang Hitsugaya Toushiro, membuat es itu berguguran berkeping – keping dan perlahan – lahan. Hitsugaya tersenyum ketika mengingat pertama dia dan orang itu beretemu.

FLASH BACK : ON~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hitsugaya Toushiro P.O.V

Aku benci orang itu, karena orang itu aku jadi tidak bisa melakukan olah raga favorit ku lagi, gara – gara dia aku jadi tidak bisa berjalan apa lagi berlari, dan gara – gara orang itu aku selalu mendengar Momo-nee diam – diam menangis saat aku pura – pura tidur, gara – gara orang itu hidup ku hancur, gagara – gara dia aku hanya bisa duduk di kursi roda –yah walaupun kata dokter hanya sebentar saja, tetap saja menyiksa!–. Menurut ku dia itu adalah dewa kematian yang ingin menyiksa ku, membuat ku mederita sebelum akhirnya mencabut nyawa ku. Tapi, hei saat aku pertama kali melihat senyumnya aku jadi berfikir ulang tentang pendapat ku bahwa dia adalah dewa kematian. Manamungkin dewa kematian memiliki tatapan selembut itu? dan manamungkin kan dewa kematian memiliki senyuman sehangat itu?

Normal P.O.V

Hitsugaya terbangun di kamar rumah sakit ruang 212, kepalanya agak pusing ketika bangun dari tidur lelapnya, mungkin efek samping obat bius yang di berikan dokter yang menanganinya. Mata teal cemerlangnya memindai seluruh ruang itu dan akhirnya matanya menangkap kakaknya –Hinamori Momo– sedang tertidur pulas dengan mata sembab.
"Lagi – lagi Momo-nee menangis" kata Hitsugaya lirih, dia jadi sedih gara – gara kakaknya menangis. Karena mau percaya atau tidak sebenarnya Hinamori dan Hitsugaya sangat dekat, marga mereka berbeda karena orang tua mereka –Hinamori Retsu dan Hitsugaya Juushirou– sudah bercerai, dan selama ini mereka tinggal dengan nenek mereka di Karakura karena mereka tidak ingin memilih salah satu dari keduanya. Mereka masih sangat menyayangi kedua orang tua mereka, sehingga mereka tidak ingin dianggap memihak. Okay! Back to story minna-san~

08.00, no. 212 Hitsugaya Toushiro's room

Terdengar ketukan ringan di pintu kamar 212 itu, dengan suara sedikit serak Momo segera mempersilahkan sang pangetuk masuk, sedangkan Hitsugaya cuek bebek sambil terus berkonsentrasi pada buku yang di bacanya karena...
"Oi, Toushiro!" sapa cowok berambut orange yang baru saja masuk ke dalam kamarnya, wajahnya datar tidak menampakkan ekspresi apapun, alis Hitsugaya berkedut marah. Ini nih orang yang telah mengganggu konsentrasinya membaca buku juga orang yang membuatnya lumpuh dengan tabrakan motor hingga akhirnya hidupnya hancur dan Momo-nee sering menangis karena kondisinya yang cacat, orang yang dia anggap sebagai dewa kematiannya. Orang yang paling dia benci di seluruh dunia.
"Oh, Ichigo-kun. Mau jenguk Shiro-chan ya?" tanya Momo basa – basi. Orang yang di panggil Ichigo itu mengangguk singkat. Reaksi Hitsugaya berbeda dengan kakaknya yang ramah, dia menanggapi kehadiran cowok itu dengan dingin.

"Mau apa ke sini?" tanyanya dingin. Jujur dia sakit, sudah 5 hari dia di rumah sakit karena lumpuh, karena keteledoran orang yang bahkan sebelum kakinya lumpuh tidak di kenalnya, karena orang yang telah menabraknya dengan Honda CRV metalik. Kurosaki Ichigo –nama orang itu– setiap hari sejak kecelakaan itu selalu mengunjungi kamar 212, mengunjungi Hitsugaya Toushiro, entah itu untuk menggantikan Momo, untuk sekedar mengajak cowok mungil itu mengobrol –yang pastinya tak akan bisa karena Toushiro selalu tak acuh padanya–. Entah kenapa tapi dia merasa harus melihat cowok mungil itu setiap hari, dia nggak tau apakah itu karena rasa bersalahnya terhadap cowok itu atau karena dia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan cowok itu –alasan yang tidak ingin diakuinya sampai sekarang–, entahlah Ichigo sendiri bingung menentukan perasaannya.
"Kita jalan – jalan yuk!" kata Ichigo. Dia bingung dengan dirinya kenapa bisa mengajak Toushiro jalan – jalan padahal biasanya tidak akan berani, tapi hari ini rasanya beda karena dia berani.

Hitsugaya mengernyit bingung melihat Ichigo, sedang Ichigo menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal sama sekali itu.
"Shiro-chan...sama Ichigo-kun dulu ya. Momo-nee mau pulang sebentar ambil baju. Lagi pula nggak baik kalau tiduran di sini terus Shiro-chan" kata Hinamori panjang lebar. Hitsugaya melirik kesal pada kakaknya lalu mengembungkan pipinya. Imut, itulah kata pertama yang muncul di otak Ichigo saat melihat wajah Hitsugaya saat itu, sedang Hinamori hanya tertawa melihat hal itu.

"Ini bukan salah ku kok! Bukan aku yang membuat tulang kaki ku retak dalam!" kata Hitsugaya dengan nada menusuk yang tajam sambil memandang sinis Ichigo. Pandangan Hinamori yang mendengar perkataan otoutonya berubah menjadi sendu kembali, sepertinya gadis itu ingin menangis lagi.
"Gomen Momo-nee" kata Hitsugaya lirih saat menyadari perubahan pandangan kakaknya. Ichigo hanya bisa diam di tempatnya.
"Lie, aku baik – baik saja kok Shiro-chan" kata Hinamori sambil memasang seulas senyum di wajahnya dan menggelengkan kepalanya. Kamar 212 itu kembali hening hingga beberapa menit kemudian suara dingin memecah keheningan itu.

"Ya sudah, Momo-nee pulang saja dulu. Temani obaasan, kasihan obaasan hanya di rumah sendirian. Sementara Momo-nee pergi aku akan jalan – jalan dan menunggu bersama Kurosaki" kata Hitsugaya mengambil keputusan. Mendengar kalimat otoutonya Hinamori tersenyum lega. 'Shiro-chan...yokatta!...' kata Hinamori dalam hati, bukan apa – apa dia pikir Hitsugaya kini sudah mulai bisa memaafkan Ichigo, padahal Hitsugaya berkata begitu supaya Hinamori tak khawatir lagi padanya. Akhirnya gadis itu membawa tasnya lalu membuka pintu kamar.
"Jaa nee~ Shiro-chan" setelah mengatakan kalimat itu dengan suara –yang menurut Hitsugaya– dibuat ceria dengan paksa Hinamori meninggalkan ruangan itu. Keheningan kembali menyelimuti kamar itu.
"Jadi kau bilang kita akan jalan – jalan kan Kurosaki?" tanya Hitsugaya masih dengan nada dingin yang khas.

"Eh, I-iya" kata Ichigo terbata – bata karena tiba – tiba Hitsugaya mengajaknya berbincang – bincang
"Nah, sekarang kita mau kemana?" tanya Hitsugaya lagi. Saat Ichigo ingin mencetuskan idenya Hitsugaya langsung memotongnya
"Aku nggak mau jalan – jalan di taman rumah sakit. Kelihatannya membosankan sekali" kata Hitsugaya. Dia berharap dengan memberi Ichigo pernyataan seperti itu Ichigo nggak jadi mengajaknya pergi, tapi ternyata...
"Tenang kita akan ke tempat yang lebih bagus dari ini. Kalau sudah akhir musim gugur seperti ini pemandangannya sangat indah, ini pakai" kata Ichigo sambil menyodorkan jaket berbulu pada Hitsugaya memang sebentar lagi musim dingin jadi hawanya sudah sedikit membuat tubuh menggigil kedinginan. Hitsugaya terperangah dengan jawaban Ichigo. 'memangnya siapa dia? kan kita belom tahu apakah aku boleh keluar atau tidak' pikir Hitsugaya
"Tapi aku yakin dokter pasti nggak akan ngebolehin" kata Hitsugaya yakin. Mendengar itu Ichigo merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan Hp samsung galaxy touchscreen-nya lalu mengutak - atiknya sebentar sebelum akhirnya menunjukkan sebuah pesan pada Hitsugaya yang membuat cowok mungi itu melongo.

From : Kuso oyaji a.k.a Kurosaki Isshin

Yo Ichigo! Soal permintaan mu kemarin ayah bisa mengabulkannya karena saat ayah periksa kemarin Hitsugaya-kun sudah baikan. Yah, meskipun belum boleh pulang sih! Jadi kalau ingin mengajaknya 'kencan' silahkan. ayah akan terus mendukung mu! ^-^V. Ohhh... Masaki anak kita sudahh besar! T-T.
"Ayah yang aneh" Hitsugaya bergumam. Ichigo yang mendengar komentar itu hanya terkikik pelan, lalu dengan tiba – tiba –setelah memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku tentunya– Ichigo menggendong Hitsugaya yang terbaring di kasur. Dia menggendongnya dengan bridal style (KKYYYAAAA...IchiHitsu... #Author di geplak Yu-chan karena histeris, trus fanfic ini tamat deh! Dengan akhiran Yu-chan yang ketawa ala Hiruma Yoichi di Eyeshield 21. Eh, nggak ding...lanjutin terus sampe IchiHitsu bersatu. Yey!# BTS)

"Uwwaaa...apa yang kau lakukan baka mikan!" teriak Hitsugaya histeris
"Diam lah. Jangan bergerak nanti jatuh" kata Ichigo dengan nada dan muka yang datar. Sebenernya melihat reaksi dan mendengar kalimat julukan "baka mikan" dari Hitsugaya membuatnya ingin tertawa dan sedikit kesal karena panggilan "baka mikan" itu. Tapi yah, entah mengapa dia tidak ingin menunjukkan ekspresi tersenyumnya atau tertawanya saat ini maupun hari – hari yang lalu pada cowok mungil di gendongannya ini. Dia mendudukkan Hitsugaya di kursi roda itu, lalu mendorongnya ke luar kamar 212 setelah di lihatnya Hitsugaya merasa nyaman dengan posisi duduknya dan sudah memakai jaket yang tadi diberikannya pada cowok mungil itu.
09.00 Sicchi Park (0_0" nama karangan yang tak kreatif)
Sebenarnya jika dengan jalan kaki dua sejoli kita saat ini bisa sampai di Sicchi Park 30 menit kemudian. tapi, karena pertengkaran mulut yang silahkan readers bayangkan sendiri hingga perjalanan itu menjadi ramai dan yah, mereka sampai 1 jam kemudian deh!. Begitu sampai mata Teal cemerlang itu langsung membulat sempurna, menyiratkan perasaan kagum di sana. Benar apa yang di katakan Ichigo taman itu begitu indah. Dengan daun – daun coklat kekuningan yang berguguran dari batangnya, membuat taman itu seperti... Hitsugaya tak tahu, yang jelas dia suka melihat pemandangan itu. yah, meskipun dia lebih suka musim dingin tapi tetap saja indah...
Lagi – lagi Hitsugaya di kagetkan karena sang "baka mikan" (entah kenapa di fic ini author jadi suka ngasih Ichigo panggilan baka mikan. #author di tendang Ichigo sama di tensa zangetsu# 0.0") menggendongnya dengan gaya bridal style lagi, lalu mendudukkan cowok itu di salah satu kursi taman.
"Emmm...kira – kira kapan kakimu sembuh?" kata Ichigo membuka pembicaraan karena yah, dia benci kalau canggung begini.
"Entah! Momo-nee tidak pernah memberi tahu ku! ah, dan ya... bagaimanapun juga, aku berterimakasih pada mu, karena well... gara – gara kecelakaan itu Momo-nee, aku, dan seluruh anggota keluarga ku mengetahui ada penyakit yang lebih serius di dalam tubuh ku" kata Hitsugaya. Ichigo mengernyit. Bingung.

"Apa?" tanya sang baka mikan #dilempar sendal butut# singkat. Hitsugaya menatap Ichigo sehingga tanpa di sadari keduanya Ichigo menahan nafas saat melihat mata teal cemerlang Hitsugaya. Setelah beberapa detink keterdiaman Hitsugaya mengalihkan pandangannya dari Ichigo dan memberikan senyuman miris pada Ichhigo
sebelumnya.

-Ichigo's POV-

Aku tak mengerti apa yang salah pada diriku. Semenjak aku bertemu dengan dia entah mengapa badan dan hati ku terus saja memaksa untuk menjenguk sang Ice Fairy atau orang yang sering ku panggil Toushiro itu. Rasanya badan dan hati ku berkomplot dan berkerjasama dan akhirnya menentang 15% keputusan otak ku yang menolak untuk menemuinya. Apakah aku...menyukainya? sering pertanyaan itu muncul di kepala ku dan berakhir dengan gelengan ku yang memaksa untuk menghilangkan pertanyaan bodoh macam itu. Manamungkin kan aku menyukai atau lebih tepat di bilang mencintainya. Hei aku masih normal! Tapi, tadi saat dia menatap mata musim gugur ku dengan teal cemerlangnya aku merasa...terkunci. Terkunci dengan tatapan yang mengisyaratkan kesedihan dan kesepian mendalam. Terkunci oleh keindahan teal cemerlang itu. Aku merasa diri ku terkunci di sebuah penjara hijau yang dingin, penjara yang sepi dan gelap. Menampakkan isi hati sang pemilik penjara itu sendiri. Aku merasa aku ingin menghapus semua kesedihan dan kesepiannya, memeluknya hanya supaya dia bisa merasakan kehangatan orang lain. Supaya setidaknya bisa mencairkan sedikit es yang selama ini membekukan hatinya, dan membuat mata teal cermerlang itu terlihat dingin saat kau hanya mengamatinya sejenak. Dan saat dia memberikan senyum mirisnya atas jawaban dari pertanyaan ku yang sebelumnya, sebelum akhirnya dia mengalihkan pandangan matanya aku sudah tidak tahan lagi! Entah mengapa aku merasa hatiku disayat – sayat saat melihat senyuman mirisnya dan tanpa perintah otak ku, kedua lengan ku sudah lebih dulu mengambil tindakan dengan memeluknya erat. Awalnya dia kaget tapi dia tidak menolak sedikit pun, dan aku merasa...senang.
Senang...huh?. Kurasa mulai saat ini aku harus menerima kenyataan bahwa hati ku telah dimiliki sepenuhnya oleh sang Ice Fairy ini. I'm really crazy person right? Tapi aku...

Jatuh cinta padanya...

Sangat...

-Ichigo's POV end-

Hitsugaya tersentak saat merasakan sepasangg tangan kekar memeluknya dari belakang. Alih – alih marah dia malah merasa nyaman dan enggan untuk menolak pelukan itu. Hatinya terasa...

hangat. 'apa ada yang salah ya sama aku? kenapa ini terasa begitu... hangat? begitu...menyenangkan?' kata Hitsugaya dalam hati.
"Kau benar – benar ingin tau Kurosaki?" tanya Hitsugaya sambil mendongak, dan saat itu untuk pertama kalinya dia melihat senyuman hangat dan tatapan lembut dari seorang Ichigo Kurosaki. Dia mulai berfikir ulang tentang pemikirannya tentang Kurosaki Ichigo.
"Kalau kamu mau cerita" Ichigo berbisik tanpa melepas pelukannya.
"Aku...kangker otak stadium akhir Kurosaki" kata Hitsugaya pelan. Ichigo mengeratkan pelukannya pada cowok mungil itu, seakan nggak rela melepasnya pergi. Bangku dan pohon sakura itu menjadi saksi bisu tentang kalimat yang di lontarkan Hitsugaya begitu pelan, tentang hati Ichigo yang sakit mendengar kalimat itu. Kelopak bunga sakura yang berguguran tampak terlihat seperti salju pink yang ingin melindungi keduanya. Melindungi dari pengelihatan satu sama lain, seakan tidak ingin keduanya terlihat sedih dimata yang lain.
"Aku akan menjagamu. Sampai akhir." Lagi – lagi Ichigo berbisik di telinga Hitsugaya. Suaranya sedikit bergetar karena menahan rasa sakit hatinya. Hitsugaya yang belum mengenal Ichigo dengan waktu lama tentu saja dia tak tau. Hitsugaya menampakkan seulas senyum lembutnya lalu kembali menunduk.
"Arigato" kata Hitsugaya pelan bagai hembusan angin

1 bulan kemudian...

Tak bisa di pungkiri saat ini Hitsugaya Toshiro sudah jatuh cinta pada Kurosaki Ichigo dan rasa cinta Kurosaki Ichigo semakin besar setelah sekian lama mengenal cowok itu. Tapi, keduanya enggan untuk memberitahu satu sama lain. Hitsugaya karena dia tidak ingin membuat Ichigo sedih saat dia tiba – tiba dia harus pergi, sedang Ichigo merasa takut kalau akhirnya cintanya tak berbalas. Selama itu kondisi Hitsugaya memburuk sehingga sekarang dia cuman bisa berbaring di ranjang rumah sakit, tubuh mungilnya sudah tidak bisa di gerakkan lagi, dan dia jadi pelupa hanya satu hal yang dia ingat. Perasaan pada Kurosaki Ichigo yang di mulai dari musim dingin, dan saat mengingat perasaan itu hatinya langsung menghangat apa lagi ketika Ichigo ada di sebelahnya senyum tulus tidak pernah beranjak dari wajah manisnya. Sedetik pun tidak. Mereka sangat bahagia hingga suatu hari Kurosaki Isshin mengatakan pada mereka termasuk Hitsugaya bahwa hidup cowok mungil itu tinggal 1 lagi. kalau tidak ada keajaiban mungkin cowok itu hanya bisa bertahan sampai besok, tengah malam. Semua sangat terpukul saat mendengar itu Ichigo merasa lebih sedih dari yang lain tapi Hitsugaya tetap memasang seulas senyum. Meskipun hatinya menjerit sakit. Sakit karena dia akan meninggalkan orang yang di sayanginya. Sakit karena dia belum rela.

-Ichigo's POV-

Aku tak tega setelah mendengar berita itu, aku langsung pergi berlari keluar dari rumah sakit itu. Aku tak tahu kemana kaki ku melangkah, kaki ku hanya terus berlari dan berlari sampai akhirnya sampailah aku di Sicchi Park di depan sebuah bangku. Taman favorit ku. Bangku di mana untuk pertama kalinya aku tersenyum untuk dia. Bangku tempat pertama kalinya Hitsugaya tersenyum pada ku. Saat ini rasanya kaki ku sangat lemas, aku jatuh duduk di bangku itu karena yah entah mengapa tubuh ku terasa tak memiliki tulang untuk menopang. Saat aku melamun tiba – tiba saja ada seseorang cewek berpakaian serbahitam, dengan rambut panjang sepinggang yang di gerai dan mata berwarna hitam pekat, yang perwarna putih hanya kulitnya dan yang berwarna pink hanya bibirnya. Gadis itu berjalan mendekatiku, aku terdiam tak bisa bergerak sama sekali.

-Ichigo's POV End-

"Ichi-nii...mau buat kesepakatan dengan ku?" tanya gadis itu. Kening Ichigo berkerut. Bagaimana gadis ini bisa tahu namanya dan siapa dia? itulah pertanyaan yang keluar di benak Ichigo.
"Siapa kau?" akhirnya pertanyaan itu keluar dari mulut Ichigo
"Aku? Ichi-nii tidak perlu tahu. Yang penting Ichi-nii mau tidak membuat perjanjian dengan ku? aku bisa mengabulkan semuanya, termaksud membuat Hitsugaya-kun sembuh" kata gadis itu. Mendengarnya mata Ichigo terbelalak. Kaget.

"Bagaimana bisa...?" tanya Ichigo ragu
"Sisa umur Ichi-nii 25 tahun. Kalau Ichi-nii mau memberikan sisa umur Ichi-nii pada Hitsugaya-kun dan Ichi-nii mau menjadi death reaper. Maka Hitsugaya-kun bisa hidup 25 tahun lagi." kata gadis itu
"Benarkah?" Tanya Ichigo masih ragu
"Jika tak ada gangguan. Jika pimpinan death reaper tak ingin mempersingkat umur Hitsugaya-kun. Lagi pula meski di persingkat harusnya tidak apa – apakan? setidaknya Hitsugaya-kun bisa hidup lebih lama dari 1 hari." Kata gadis itu. Ichigo berfikir kemudian mengangguk seketika kelopak sakura yang berguguran itu berubah menjadi bulu burung gagak.
"Aku hanya akan mengambil 24 tahun Ichi-nii. Sisa 1 hari aku berikan untuk mengucapkan selamat tinggal. Jantung Ichi-nii akan berdetak nomal sampai pada jam 3 sore besok." Kata gadis itu. Ichigo mengangguk pelan lalu semuanya gelap, mata coklat musim gugurnya telah tertutup. Dia masih sempat mendengar bisikan pelan sang gadis di telinganya 'Jaa nee Ichi-nii...ganbatte' begitulah bisikan gadis itu.
Besok, 03.35 sore.
Hitsugaya berlari kecang, sekencang – kencangnya. Dia heran karena saat bangun tadi tiba – tiba saja dia sembuh seakan tidak pernah memiliki sakit apapun, dan sejak mendengar berita tentang sakitnya kemarin cowok mungil itu tak menemukan Ichigo di mana pun dan entah kenapa perasaannya jadi khawatir sejak kemarin. Langkah kaki Hitsugaya berhenti di depan sebuah bangku, di sana ada Ichigo yang tertidur di bangku tempat favoritnya. Hitsugaya berjinjit, dia menepuk – nepuk pipi Ichigo pelan.
"Hei, jeruk sampai kapan mau tidur di situ?" tanya Hitsugaya. Karena tak kunjung bangun Hitsugaya melangkah pergi, tapi baru selangkah pergelangan tangannya di tahan dan di tarik ke belakang. Sekarang Hitsugaya duduk di pangkuan Ichigo. Tangan kekar Ichigo memeluk cowok mungil itu erat. Hingga Hitsugaya kira jantungnya akan meledak karena detaknya yang begitu cepat, dan sekarang bisa di pastikan wajahnya sangat merah. Tapi, tubuhnya merasa relax, dan kepalanya bergerak sendiri untuk bersandar di dada Ichigo.

"Aishiteru Toushiro" Ichigo berbisik, matanya tetap terpejam
"Aishiteru yo. Baka mikan" kata Hitsugaya lirih.
Ichigo tersenyum mendengar jawaban itu. Dia merasa sangat senang sekarang dan juga lega tentunya.
"Jangan sedih ya, Yuki Hime. Aku pasti akan menemanimu dan menolongmu. Selalu. Di tempat yang jauh" kata Ichigo. Hitsugaya terperangah, perasaan yang tadinya sempat tenang kini kembali tidak tenang. Sakit. Dia memegang dadanya 'kenapa hatiku sesakit ini? Apakah ada sesuatu Kurosaki?' dia hanya bisa mengatakan itu dalam hati karena entah mengapa bibirnya terkunci rapat. Sakit. Lagi. rasa itu menyerang hatinya dan bertepatan dengan itu detak jantung Ichigo berhenti nafasnya pun hilang. Hitsugaya yang menyadari kalau jantung Ichigo tak lagi berdetak meangis.
"Ichigo...sakit...kenapa kamu pergi? Ayo buka matamu. Aku mau lihat tatapan lembutmu. Hati ku terasa...sakit. Sangat sakit." Kata Hitsugaya sambil memegang kedua pipi Ichigo dengan kedua tangannya yang bergetar dan mata yang di basahi air. Hitsugaya terus meangis hingga tiba – tiba dia kembali merasa hangat.
"Jangan menangis Yuki Hime. Sudah kubilangkan aku akan tetap bersamamu. Sekarang diam lah" samar – samar Hitsugaya mendengar suara Ichigo yang berkata seperti itu padanya dan samar – samar juga di balik tirai air matanya dia melihat sosok Ichigo yang sedang memeluknya dengan kedua sayap hitamnya. Hitsugaya tersenyum lebut. Lalu tertidur 'jangan pernah berfikir apa lagi melakukan tindakan pergi dari ku Baka mikan.' Bisiknya lembut. Ichigo yang kini sudah menjadi death reaper semakin mengaratkan pelukan tangan dan sayapnya di tubuh mungil itu.
"Tidak akan pernah Yuki Hime" katanya berbisik

Flashback OFF

Saat merasakan sepasang tangan dan sayap yang memberikan efek hangat dan halus pada tubuhnya Hitsugaya tersenyum kecil. Dengan mata terpejam relax Hitsugaya menggesekkan kepalanya di lengan yang memeluknya dalam posisi duduk itu.
"Terlambat Ichigo" Hitsugaya berbisik lirih
"Ah. Gomen Yuki Hime. Pak tua pimpinan death reaper itu yang bikin telat. Masa' karena dia nganggep aku cucunya dia bilang kalau tugas makin lama itu harus makin banyak biar jadi death reaper yang handal. Ngeselin kan? apa lagi arwah – arwah itu beda – beda ada yang mau langsung di kirim ada yang minta aneh – aneh dulu" Ichigo berkata panjang lebar menumpahkan kekesalan. Sedang Hitsugya terkikik geli di bangkunya. Ya, semenjak hari kematian Ichigo. Hitsugaya bisa melihat mahluk halus plus merasakan keberadaan atau sentuhan mereka bahkan dia bisa mendengar suara mereka. Jadi, otomatis Hitsugaya masih bisa melakukan semuanya dengan Ichigo walaupun cowok itu seorang Death Reaper.

OWARI
Kinana's Talk

Kinana : #lari – lari# Minna~ ma'af saya sedang sibuk

Hichigo+Grimmjow : #ngejar Kinana sekuat tenanga# Author! Kenapa lo banyakan bikin IchiHitsu sih! Kitakan juga mau ada HichiIchi dan GrimmIchi!

Kinana : #masih lari# Summimasen...nanti kalau ada idenya ya Grimm-kun Hichi-kun! Yu-chan! Ambil alih!

Yu-chan : Yare...yare... ya dah deh Minna~ Reaview ya!

Ichigo+Hitsugaya : #liat adegan kejar – kejaran, Sweatdrop# Kalo reaview nanti di kasih bonus permen lho... #senyum manis#

Para Ichigo FC+Hitsugaya FC : #tepar berjamaah#

Battle Love : Chapter 2 - The Princess and Her Butler

Diposting oleh eigengrauf di 02.47 0 komentar

Kinana : Gyyyaaaahahahaha...kembali lagi dengan author gaje nie!

Yu-chan : dan asistennya yang paling manis ini

Kinana : *muntah darah*

Yu-chan : apa maksud lo muntah kaya gitu

Kinana : *nyuekin Yu-chan* Read and comment ya Readers!

Yu-chan : yang mau liat profil di author udah ada kok #promosi mode : ON# *senyum manis*

Kinana : Ahh... ya! buat yang nungguin ni fic gomen! Kalau menurut kalian laaammmaaa banget updatenya gomen minna...#nyengir watados# dan buat ICHIHITSU DAY saya sudah menyiapkan fic-nya tinggal di ketik doang. Seperti yang readers tau saya paling males kalau di suruh ngetik tapi saking cintanya sama ICIHITSU saya akan berusaha! Dan tentu aja kelanjutan fic ni juga bakal saya ketik mati – matian #semangat '45 dan mata berapi–api#

Yu-chan : sekali lagi read and review ya!

Rate : T

Pairing : ICHIRUKI... trus ada HITSUHINA, ULQUIHIME, RENTATSU dan jangan lupakan GINRAN...

Warning : ga lucu blas, OOC, bahasanya jelek, fic masih amatir, (sebenernya aku juga mau nulis AU tapi bungung AU sama Canon itu bedanya apa?) de el el, de es be, dan saudara–saudaranya

Disclaimer : Nah, Sen No Yoru Wo Koete milik Aqua Timez #teriak pake TOA#, ada kah diantara readers yang tau lagu opening 1th-nya anime Hyouka? Kalau tau, kasih tau nama penyanyi dan judulnya ya... soalnya aku nggak tau!. 
Minna~ Bleach itu punya kakak ku yang jenius abis ini... yang namanya Tite Kubo-nii *puppy eyes* #di tendang ke tong sampah sama Tite Kubo#

Kinana : uweee...Tite Kubo-nii... jahat!

Tite Kubo : gue ga pernah punya adek kaya lo! #mukasinis#

The Princess and Her Butler

Mansion Kuchiki

Mobil Honda CRV hitam metalik Ichigo berhenti di satu – satunya rumah besar nan luas yang bergaya Jepang klasik, setelah melepas seatbeltnya dia turun dan mengambil koper di bagasi belakang, di sebelahnya kini berdiri seorang cewek berambut hitam, bermata violet, dan err...pendek #Author di todongin Sode No Shirayuki# yang sedang memeluk boneka Chappy besar –yang hampir menutupi seluruh tubuhnya– setelah Ichigo mengambil kopernya, Rukia –nama gadis itu– menuntunnya masuk kedalam rumah. Ichigo melongo. Halaman rumah itu luas banget ga kalah sama rumahnya yang ada di Prancis! saat mereka masuk ke dalam rumah Ichigo menyadari satu hal. Rumah ini sepi, nggak seperti rumahnya di Prancis yang di penuhi pelayan, nggak seperti di kamar Asrama Karakura Music Highschool yang besar tapi di sana ada teman – temannya –Hitsugaya the Ice Prince, Ulquiorra the Silent Knight, dan juga Renji the Red Baboon–.
"Ummm...Ojou-sama yang lain pada kemana?" tanya Ichigo sambil terus berjalan mengikuti cewek di depannya. Memang semenjak dia jadi babu dia harus memanggil Rukia dengan sebutan "Ojou-sama" yah meskipun dengan menggerutu, kesal, ga iklas toh akhirnya dia mau manggil Rukia dengan panggilan itu.
"Mansion Kuchiki yang ini cuman di tempatin sama aku" kata Rukia
"trus Byakuya-sama (a/n Byakuya kan kepala sekolah Karakura Music Highschool otomatis semua penghuni manggilnya pake embel–embel 'sama') dan istrinya dimana?" tanya Ichigo
"Nii-sama dan nee-sama ada di mansion Kuchiki yang beda daerah, kalau maid sama butler datengnya pas aku nggak ada dan pas aku ada mereka udah pulang" kata Rukia. Nggak terasa mereka udah sampe di depan sebuah pintu besar.
"Jeruk. Ini kamar mu mulai sekarang" kata Rukia sambil membuka pintu itu. Ichigo cuman bisa mengurut dada mendengar pernyataan Rukia yang memanggilnya jeruk.
Setelah menaruh kopernya Ichigo keluar dari kamarnya lalu berjalan menuju kamar sebelah. Kamar milik Kuchiki Rukia. Pintu kamar Rukia bercat putih polos dengan sebuah papan peringatan berbentuk Chappy yang bertuliskan 'Orang Jelek Dilarang Masuk'. Ichigo sweatdrop setelah membaca tulisan itu, Ichigo mengetuk pintu kamar Rukia setelah itu memutar kenopnya perlahan dan memasuki kamar itu, lalu dia melongo melihat pemandangan yang ada di sana.
'Serasa masuk ke taman kelinci nih' katanya dalam hati. Gimana nggak coba, kamar Rukia yang super luas itu semuanya berdekorasi Chappy. Mulai dari Bed Cover ungu yang terpasang manis di ranjang berukuran Queen sizenya, laptop silver dengan pahatan chappy yang di taruh di atas meja belajar chappy, lemari baju putih besar yang lagi–lagi ber-chappy pokoknya sejauh mata memandang di sana ada chappy. Masih melongo ketika dia mendengar suara pintu di buka, lalu dia mengedarkan pandangan ke satu – satunya kamar mandi yang ada di kamar itu. Lalu, keluar lah seorang gadis dengan balutan handuk yang menutupi tubuhnya sampai 20cm di atas lutut. Ichigo dan gadis itu sama–sama cengo, mereka masih meloading apa yang ada di hadapan mereka saat ini.

10% Loading...

40% Loading...

55% Loading...

80% Loading...

100% Loading...

Status : Complete!

Setelah loading yang cukup lama dan seolah ada bunyi 'Ting' begitu kalimat complete muncul langsung saja wajah kedua orang itu memerah seperti kepiting rebus lalu gadis itu –yang ternyata Rukia– langsung melempari Ichigo dengan boneka chappy koleksinya yang rata – rata ukuran raksasa dan banyak sambil berteriak "Baka Mikan! (mikan:jeruk)". Dan otomatis Ichigo langsung berdarah–darah karena dua faktor. Pertama : nosebleed gara–gara liat Rukia, kedua : karena serangan pasukan chappy raksasa yang di pimpin Rukia. Gezzz... jeruk Vs chappy = Jeruk K.O #di Zangetsu ma Ichigo#
---------------------------------------------------------------------------------------------
Apartement Karakura Stic

Apartemen yang berada di pusat karakura ini sangat terkenal dan satu apartemen sudah seperti rumah berukuran sedang. Dan di sini lah Renji di dalam apartemen nomor 386 dengan pemiliknya yang kita kenal dengan Tatsuki. Begitu masuk dalam apartemennya Tatsuki sama sekali nggak mempedulikan Renji, dengan santainya gadis itu menyalakan laptopnya mengambil flash disk berukuran 16 GB yang bersarung katak kesayangannya, lalu dia memasukkan flash disk itu ke laptopnya dan saat melihat file yang ada di dalam sana Renji terperangah. semua isi flash disk dan laptop itu adalah anime kawan – kawan! Renji masih melongo sementara author yang mengetahui itu langsung deket – deket Tatsuki buat minta animenya dan akhirnya Tatsuki sama author malah teriak – teriak gaje pas mereka liat anime Another episode 3 dan Renji yang udah ga melongo lagi memegang lehernya setelah liat adegan cewek yang kepeleset dari tangga trus pas mau jatuh nyungsep payungnya yang tadi kelempar jatoh dan nusuk lehernya sampe nembus dan akhirnya tuh cewek mati berdarah – darah. Setelah menemukan *emang kucing hilang?* kembali suaranya yang sempat hilang habis melihat adegan itu, Renji menepuk pundak Tatsuki cupukup keras

"Ga nyangka gue kalo elo itu otaku" kata Renji. Sementara author yang juga otaku cuman angguk – angguk dengan mata berbinar karena dapet teman sesama otaku.

"Owh...silau" kata Renji dan Tatsuki bersamaan lalu mereka langsung memakai kaca mata hitam setelah binar – binar di mata author semakin terang cahayanya.
---------------------------------------------------------------------------------------------
Hinamori Momo Rest Room

Kini Hitsugaya Toushirou berada di dalam rest room seorang Hinamori Momo. Akhirnya, dia mengetahui arti dari senyuman iblis Hinamori dan pada akhirnya harga diri seorang Hitsugaya Toushirou langsung habis tak bersisa di tangan seorang cewek bercepol satu a.k.a Hinamori Momo saat cewek itu dengan paksa memakaikan baju maid berwarna hitam putih –bukan butler– kepada dirinya. Dan di sini dia kembali melongo, pasalnya rest roomnya Hinamori itu isinya sebuah sofa empuk yang besar, 2 TV 36inc, 5 lemari besar yang 1 lemari berisi alat elektronik untuk bermain game seperti Nitendo Wii, Xbox Wii, PSP, PS 1 – 3, Nitendo DS, Nitendo 3DS, dll. Dan 4 lemari lainnya berisi bermacam – macam CD game, dari yang lama sampai terbaru ada! Maniak banget dalam hal game si Hinamori ini.

"Lo ternyata juga punya zero seri 1-4. Sama zero seri 2 yang di buat ulang" kata Hitsugaya sambil melihat – lihat koleksi di lemari itu.

"Tapi gue nggak berani mainin tuh game" kata Hinamori. Matanya masih terus menatap layar TV yang menampilkan game Harvest Moon 2 dan tangannya dengan lincah memencet tombol – tombol stik.

"Oh ya. Shiro-chan. Peraturan khusus untuk Shiro-chan... 1. Suaranya di ubah kaya cewek kalau kita lagi ngomong ber-2. Terus, Shiro-chan harus bertingkah manis yah kalu bisa jangan eksperisi dingin mulu. Pake malu – malu, seneng, sedih apalah gitu... trus, kalau ngomong juga harus yang lembut. Ok! Selayaknya cewek lah" kata Hinamori. Cewek itu menahan 1 senyuman dalam hati karena di suruh author jangan senyum dulu. Hitsugaya yang mendengarnyapun langsung melongo saking kagetnya. Sebelum akhirnya bereaksi...

"APA? LO GILA YA! GUE GA MAU! TITIK GA PAKE KOMA" kata Hitsugaya marah – marah. Hinamori mempause gamenya dan dan menaruh seluruh perhatiannya pada cowok bersurai putih itu.

"Kalau gue gila harusnya sekarang gue di RSJ Shiro-chan~" Hinamori menjawab dengan muka innocent. Kemarahan Hitsugaya sudah sampai di ubun – ubun. Karena ingat kalau dia pantang mukul cewek dia berusaha bersabar dan di dalam hatinya kini dia merutuki isi perjanjian sialan itu yang mengatakan bahwa 'semua permintaan majikan harus di turuti seaneh dan sesulit apapun itu'.

"Kalau nggak mau. Belikan aku seluruh toko game yang ada di dunia! Termasuk kasino, karena kasino juga termasuk game. Kan ada perjanjiannya" kata Hinamori sambil mengacung – acungkan sebuah kertas putih yang diindikasi sebagai kertas perjanjian. Sekarang cewek itu makin berada di atas angin.

Hitsugaya terperangah 'cewek sialan! perjanjian sialan! penonton sialan yang ga milih band gue' kali ini seperti itulah rutukan Hitsugaya dalam hati. Meskipun dia member band terkenal tetap saja dia bukan anak presiden yang bisa membeli semua game di seluruh duaniakan?. Kalau bisa hanya ada di dalam fic author lain. Dengan lemes, nggak niat, dan menekan hargadirinya yang semakin menciut beserta kemarahannya yang berusaha di hilangkan. Hitsugaya tersenyum muaniiiiiiss banget. Dengan efek bling – bling dan background bunga – bunga yang tiba – tiba muncul dia menatap Hinamori dengan lembut.

"Hi~na~mori~chan~" katanya dengan suara kecewek – cewekan. Dia memanggil nama Hinamori dengan nada semakin panjang.
'Kawaiiii' itulah pikiran sang Hinamori dan Author yang dateng buat numpang main game. Dan akhirnya sang author nista dan Hinamori tersenyum leebaaarrr setelah sadar dari ke-melongo-an-nya.
"Begitu dong, Shiro-chan~" kata Hinamori sambil tos sama author
"Hinamori-chan pernah makan masakannya Inoue ga?" tanya Hitsugaya. Mendengar pertanyaan itu stik yang di pegang Hinamori langsung jatuh, lalu dia mengalihkan tatapannya ke arah Hitsugaya.
"Jangan pernah makan masakan Inoue-san" kata Hinamori dengan muka horror. Hitsugaya mengernyit. Bingung
"Kalau masih mau hidup jangan pernah makan masakannya Inoue-san! Masakannya terkutuk, semua member dan manager Paradise Gilrs aja tau!" kata Hinamori. Hitsugaya tambah bingung
"Contohnya?" tanya Hitsugaya singkat
"Pernah nih ya, Rukia-san makan permen bentuk chappy berwarna ungu yang baru dibikin sama Inoue-san, dan hasilnya Rukia-san langsung masuk rumah sakit habis makan permennya" kata Hinamori
"Eehhh... itu berarti Inoue-san mau ngeracunin kalian!" kata Hitsugaya
"Nggaak... di dalam permen itu nggak ada kandungan racunnya kok. Cuman bahannya aja yang 'luar biasa'" kata Hinamori.
Hitsugaya mengacungkan CD game zero seri ke2 di depan Hinamori
"Temenin gue main ini ya. seri pertamanya udah pernah aku mainin. Hinamori-chan kan gramer handal" kata Hitsugaya memelas
"Nggak berani gue! apa lagi itu seri yang paling serem" kata Hinamori. Hitsugaya langsung menyeringai dalam hati. Inilah kesempatannya untuk membalas dendam pada orang yang telah memakaikannya baju maid dengan cara menakut – nakuti orang itu. pokoknya dia harus terus berusaha sampai Hinamori mau menemaninya bermain.
"Ayo ya..." kata Hitsugaya memelas
"Nggak" jawab Hinamori.
"Ayo dong~ Hinamori-chan kan baiik... yah! Yah!" kata Hitsugaya dengan puppy eyesnya yang ugh! Kawaiii. Akhirnya Hinamori menyerah, dia berikan anggukan kecil pada Hitsugaya. Dan Hitsugaya tertawa iblis di dalam hati. Sedang Hinamori menelan ludah 'ugh. Sialan dia! mana bik sum pulang kampung lagi. ntar kalau aku takut tidur ama siapa dong? Hweee...malangnya nasib ku' kata Hinamori dalam hati. Dan begitulah suasana di Hinamori Momo's rest room
---------------------------------------------------------------------------------------------
Inoue Orihime's Mansion

Orihime bersandar di batang pohon besar yang ada di taman keluarganya sambil memegangi dahinya. Tadi Orihime terantuk batu dan jatuh nyungsep di tanah, keluarga satu – satunya a.k.a kakanya yangg bernama Inoue Sora sedang ada pemotretan dan kedua orang tuanya sudah meninggal. Jadilah dia sekarang di rumah hanya bersama maid dan babu pribadi barunya a.k.a Ulquiorra Schiffer.

"Onna, lo nggak apa – apa?" tanya Ulquiorra yang diam – diam perhatian juga sama Orihime *ciiieeee...* #Author langsung nembakin confeti lihat adegan itu dan tiba – tiba terbesit rencana licik di kepala author yang sudah rada ga beres itu#
"Ulquiorra. Orihime masih pening tuh. cara menghilangkan peningnya itu deangan bla...bla..bla..." author langsung bisik – bisik ke Ulquiorra.
"Ngerti kan?" tanya author. Ulquiorra langsung angguk – angguk
"Udah sana cepet laksanakan" kata author sambil mendorong Ulquiorra ke arah Orihime dan setelah itu langsung nyiapin kamera.
Ulquiorra mendekati Orihime yang bersandar di pohon itu, lalu menatap cewek itu dalam – dalam dengan mata hijaunya. Orihime yang merasa –dan emang bener– lagi di pandangin dengan intens langsung gugup meskipun masih rada sakit kepala.
"Ano...Ulquiorra-kun. Mau ngapain?" tanya Orihime. Ulquiorra membentangkan tangannya di kedua sisi Orihime lalu mendekatkan wajahnya dan mencium bibir gadis itu singkat. Lalu wajahnya turun ke leher Orihime dan sebelum Orihime mengetahui apa yang akan Ulquiorra lakukan cowok itu sudah lebih dulu menggigit leher Orihime
"Akh" Orihime mengerang kesakitan dan langsung memegang lehernya yang digigit lalu menatap Ulquiorra.
"ULQUIORRA! KENAPA LO GIGIT GUE?! JANGAN TIRU – TIRU ADEGAN DI FILM VAMPIRE NAPA!? ATO...OH JANGAN – JANGAN LO VAMPIRE BENERAN LAGI! NEE-SAN...HWAAAA...AKU DIGIGIT VAMPIRE...HWWWAAAA..." Orihime langsung panik abis gitu lari – lari gaje sambil nangis tersedu – sedu di taman itu.

"Onna itu bu " perkataan Ulquiorra di potong Orihime
"GIMANA INI?!...AKU DIGIGIT VAMPIRE...GIMANA INI?! HHWWAAA...MINNA...KUCHIKI-SAN...HINAMORI-SAN...MINNA! AKU DIGIGIT VAMPIRE!" kata Orihime histeris sambil gulung – gulung di tanah. Tangisan gaje-nya masih mengalir
"Onna dengerin dulu. Itu " lagi – lagi perkataan Ulquiorra di potong
"ULQUIORRA! GIMANA INI...HWWAAA...ADAKAH CARA UNTUK MENGEMBALIKAN GUE LAGI?! HIKS...AKU NGGAK MAU JADI VAMPIRE! HIKS...HIKS...HIKS" kata Orihime sambil mengguncang – guncang bahu Ulquirra keras – keras.
"Onna... it " lagi – lagi perkataan Ulquiorra terpotong
"HIKS...GUE...HIKS...GOMEN...NEE-SAN...ADIK MU YANG CANTIK INI AKAN SEGERA MENINGGALKAN MU KARENA STATUS VAMPIRE HIKS...HIKS...MINNA...HIKS" kata Orihime lebay.
Ulquiorra yang udah kesel karena perkataannya di potong mulu langsung ngeluarin TOA yang dia ambil dari kamarnya salah satu maid. Ulquiorra menarik nafas dalam – dalam, TOA sudah siap sedia di depan mulutnya dan akhirnya...
"ONNA! DENGERIN DULU NAPA?! ITU GARA – GARA AUTHOR GAJE YANG BISIKIN GUE! KATANYA KALAU GUE MELAKUKAN ADEGAN SEPERTI DIATAS NANTI SAKIT KEPALA LO BAKAL SEMBUH! TENANG AJA ONNA! LO GA BAKAL BERUBAH JADI APA PUN!" kata Ulquiorra. Sontak Orihime langsung menghentikan acara lebay ria-nya lalu menatap author gaje dengan tatapan membunuh, sedangkan si author gajenya cuman nyengir watados sambil bawa – bawa kameranya.
"Wah, hari yang cerah dan indah ya..." kata author
"Hmm...enaknya jalan – jalan nih!" kata author lagi. Kali ini sambil pasang muka mikir, dan 1 detik kemudian author gaje kita langsung melesat pergi menjauh dari rumah Orihime. Terus Orihime yang baru sadar bahwa dia tadi di kisu sama Ulquiorra langsung memerah mukanya kaya abis kecemplung cat tembok dan Ulquiorra, yah masih pasang muka datar seolah – bukan – dia – yang – melakukan.
---------------------------------------------------------------------------------------------
Matsumoto Rangiku's Mansion

Yah, karena ide gaje sang author udah habis author bikin si GinRan ga ngapa – ngapain. Padahal di fic ini author suka GinRan urutan ke 3... jadilah si author gaje nangis – nangis di depan laptop karena nggak tau mau ngasih adegan apa... menyedihkan sekali bukan?. Di depan mansion Rangiku bisa kita lihat sang author lagi nangis gulung – gulung
"Hwweee...apa lagi nih idenya! Pair yang kusuka malah buntu. T – T" seperti itulah tangisan gaje sang author.

12 siang, ruang musik Kuchiki Rukia.

Ichigo duduk di kursi di depan grand piano putih jari – jarinya bersiap di atas tuts – tuts piano lalu dia memulai nada di piano itu dan menyanyikan sebuah lirik lagu. (A/N lagi – lagi author mles nulis lirik jepangnya nih! Biasa... malesus ngetikus.)

I want to be loved, but you don't seem to love me
I'm wandering aimlessly within this repetition
And the answer I found is only one, that even if I'm scared, even if I'm hurt
I'll say "I love you" to the person I love
Do you love me? Do you not love me?
As for things like that, it's fine either way
No matter how much I wish
There are many unchangeable things in this world, right?
That's right, and simply the reality which says that I love you
Is the truth because it can't be changed by anybody.
I want to overcome the thousands of nights and tell you
There's something that I must tell you
I want to be loved, but you don't seem to love me
I'm wandering aimlessly within this repetition
And the answer I found is only one, that even if I'm scared, even if I'm hurt
I'll say "I love you" to the person I love
Putting these feelings into words is such a scary thing
But I'll say "I love you" to the person I love
In this wide world, I can't express the joy of encountering you with words very well huh...
That's why we smile,
And sing do-re-mi in the autumn filled with vivid colors
With winter at our backs, waiting for the sunlight shining through the leaves in spring
To become born anew, in a way that we're able to protect someone
When I turn back at the road I came from and the way ahead, I always had the eyes of a coward
I want to face you, but I can't be honest
As for the days I repeated not being able to straightforwardly love the other,
I hated being alone
I'm of that day seemed to love in an uninjured way.
I'll overcome the thousands of nights and head out to meet you right now
There is something that I must tell you
I want to be loved, but you don't seem to love me
I'm wandering aimlessly within this repetition
And the answer I found is only one, that even if I'm scared, even if I'm hurt
I'll say "I love you" to the person I love
Even if these feelings aren't returned, saying "I love you" to the person you love
That is the most beautiful thing in the world
---------------------------------------------------------------------------------------------

Rukia dan Orihime yang kebetulan lagi di deket ruang musik karena mereka lagi main. Jadilah Rukia tepuk tangan dan Orihime nangis gaje, biasa si Orihime itu gampang banget tersentuh hatinya. Akhirnya Rukia langsung nenangin Orihime pake chappy-nya yang untungnya berhasil di buat Orihime ngelap ingus. Lumayan lah dari pada pake tisu!. Rukia duduk di salah satu kursi sambil memegang gitar akustiknya. Jemari lentiknya bersiap di senar – senar gitar.

"Lagu lo bagus" kata Rukia memuji Ichigo dan mengabaikan Orihime yang masih sesenggukan.
"Thanks. Tapi, itu masih belom lengkap instrumennya dan lagi pula lebih bagus Toushirou yang nyanyiin" kata Ichigo sambil nyengir.
"Orihime...jangan nangis dong... aku nyanyiin lagu ya...ini barusan di aku tulis nih! Untuk album baru Paradise Gilrs" kata Rukia. Sontak Orihime berhenti nangis gaje lalu dia menebalkan pendengarannya. Rukia mulaimemetik senar gitarnya, si senar menghasilkan melodi, dan akhirnya suara Rukia yang bisa di kasih bintang 3 setengah itu mulai terdengar, mulai menyanyikan liriknya.

Bored, sitting on the windowsill,
I frown at the wind to hide my awkwardness
I nod uncertainly as I shape
the future in my hands feeling mighty
I feel that the wind is bringing change
I guess that's your fault calling out to my heart
The cloudy sky tells a tale of what's to come
Spread our wings with more courage than ever before
Light and dark are still vague in the distance
but still we want to know the reason behind kindness
No one so far has ever reached
the shining distance far beyond
Let's get there before the past takes it all

Rukia menghela nafasnya. Orihime terlongo di tempatnya.

"Kuchiki-san. Ano... lagu itu bagus tapi..." Orihime terdiam
"Aku belum melengkapi lagunya, dan belum nyari nada pas buat drum, keyboard, dan bass. Cuman baru akustiknya aja. Maka dari itu aku manggil kamu ke sini. Kan kamu yang paling inspiratif" kata Rukia panjang kali lebar kali tinggi sama dengan helaan nafas. Baru saja Orihime mau mengatakan sesuatu tapi...
Piip, piiip, piiiipp, piippp. Terdengar dering sms dari HP Rukia. Rukia merogoh – rogoh sakunya, setelah menemukan benda kecil itu Rukia melihat layarnya dan menemukan tulisan '1 massages recived'. Rukia membuka pesannya dan terbelalak ketika membacanya.
TBC


Kinana's Talk

Kinana : Hayooo...kira – kira apa ya isi sms Rukia... hanya saya, tuhan, dan otak saya yang tau.! Nyahahahahaha~

Yu-chan : Kali ini lebih pendek dari yang kemarin. Kenapa?

Kinana : Iya...hiks...karena...hiks...saya cuman ingin memotongnya...hiks...#sesenggukan#

Yu-chan : Bo'ong lo! bilang aja ga ada ide. Iya kan?! #maksa#

Rukia : Author! Apa – apaan adegan kamar mandi itu! aku protes!

Kinana : Eh?! Kenapa? mau di bikin lebih sweat lagi?

Rukia : *Bluusshhh* Bu-bukan itu maksudnya!"

Orihime : #Liat naskah fic, trus tiba – tiba blushing# A-ano...aku...sama Ulquiorra-kun... #ga sanggup ngelanjutinnya#

Kinana : Gimana? keren kan? keren kan? pasti dooonggg... #ke-PD-an#

Yu-chan : Bego! Mereka malu tau!

Kinana : Iya...malu tapi mau #senggol – senggol Rukia ma Orihime#

Rukia+Orihime : #Blushing tingkat nasional#

Ichigo : #Tiba – tiba nongol# apa – apaan! Kenapa gue bisa kalah sama boneka chappy jelek kaya gitu sih?!

Kinana : #nemplok ke Ichigo# Ichi-nii... tak kusangka kamu suka peran yang kuberikan. Ichi-nii memang paling baiiikkk... #ke-PD-an lagi#

Ichigio : #ngerasa ada hawa pembunuh# gue merinding nih!

Yu-chan : Jelas lah! Kan tadi lo menjelek – jelekan chappy. Noh, master chappy ada di belakang lo

Ichigo : #Nengok ke belakang, nemu Rukia yang udah siap sama Sode No Shirayuki–nya# Uugggyyyyaaaaaa #lari menghindari Rukia#

Rukia : #ngejar Ichigo dengan semangat '45#

Yu-chan : Haaa...dari pada ngurusin duo ChiRu itu. mending...Reaview. okay minna~! #wink#

Kinana : Yang betul ICHIRUKI!

Yu-chan : Terserah yang penting reaview ya... nie author gaje kemaren udah utak – atik FFn-nya. Jadi udah sedikit paham. Plus tentang cara liat reaview. #bisik – bisik# author katro.

Kinana : Sekali lagi Reaview ya... see you in the next chapter 

Battle Love : Chapter 1 - Battle Between Two Stars

Diposting oleh eigengrauf di 02.38 0 komentar

Kinana : Minna... ini fic pertama ku di fandom Bleach, idenya aku dapet setelah dengerin lagu faforit ku...
Yu-chan : Ini ficnya ga ada humor lho... soalnya dia ini orangnya garing, suka cerita humor tapi ga bisa bikin cerita humor.
Kinana : biarin aku kan serius
Yu-chan : Terserah deh... gue ga peduli... mending baca dan reaview ya para readers *ngedipin mata*
Kinana : *muntah–muntah* read and reaview aja deh... hoek...

Rate : T

Pairing :ICHIRUKI... trus ada HITSUHINA, ULQUIHIME, RENTATSU dan jangan lupakan GINRAN...

Warning : ga lucu blas, OOC, bahasanya jelek, fic masih amatir, dll

Disclaimer : Bleach itu punya Tite Kubo kalau manga sama animenya sih aku punya...

Losing My Mind itu punyanya Lee Seung Gi, You've Fallen For Me itu punya Yong Hwa CN Blue. Kalau lagunya sih punya semua~~
(A/N Happy Reading Minna~~)

Battle Between Two Stars


Pagi yang cerah di Karakura Music Highschool, tapi semua murid sudah pada ramai ada apa ya? mari kita liat...
"Yang bener? Paradise Girls mau balik?" tanya seorang murid cowok
"Iya... tadi pas lewat depan kantor Kepsek aku nggak sengaja denger" kata seorang murid cewek yang rambutnya di kuncir dua
"Waahhh... bisa ada kejadian seru nih! Kira–kira Bleach Band seneng ga ya dengan kabar ini." Kata seorang murid cowok lain
"Entah lah. Mungkin mereka bakal bersaing secara Paradise Girls itu lagi tenar–tenarnya dan Bleach band juga, meskipun yang lebih dulu masuk sekolah ini dan tenar duluan itu Paradise Girls" kata murid cewek yang rambutnya di kuncir dua tadi
"Wah bakal ada perang dunia musik ke III nih!" kata murid cowok yang bertanya tadi.
"Eh udah bel, masuk yuk" ajak murid cewek dengan kuncir dua tadi, lalu dia dan teman–temannya masuk ke dalam kelas masing–masing.
---------------------------------------------------------------------------------------------
Di dalam kelas...

Seorang pemuda dengan rambut orange sedang menusuk–nusuk punggung seorang pemuda dengan rambut putih, semakin lama tusukan itu semakin keras hingga akhirnya si rambut putih menoleh dengan muka kesal.
"Apaan sih Kurosaki" tanyanya jutek
"Eh cebol, lo tau ga tentang "
"Grup band Paradise Girls ya!" potong cowok berambut merah yang mirip nanas dan punya tato di dahinya
"Ah, lo mah gue belom selesai dipotong. Tapi tebakan lo bener kok" kata cowok berambut orange tadi
"Kurosaki Ichigo, Abarai Renji, Hitsugaya Toshiro. Kalian mendengar kan tidak?" kata pak Aizen. Ketiga cowok itu langsung menggeleng bersamaan dengan muka pucat
"Yare...yare...kalian ini...lihat lah Ulquiorra dia tenang" kata pak Aizen. Si cowok berambut putih yang belakangan di ketahui namanya Hitsugaya Toushirou angkat tangan
"Ulquiorra tidur sih pak! Ya tenang lah..." kata Hitsugaya. Sontak muka pak Aizen jadi merah karena menahan marah
"Ulquiorra Schiffer!" teriaknya marah sampai gelas kaca yang ada di meja guru pecah berkeping–keping. Tapi, sebelum dia melanjutkan acara marahnya Ulquiorra sudah bangun duluan dan terdengarlah suara dari arah pintu kelas.
"Masuk" kata pak Aizen singkat. Pintu kelas terbuka lalu masuk lah 4 orang cewek dengan seragam Karakura Music Highschool, mereka semua berjalan ke depan kelas dan berhenti di sebelah pak Aizen
"Oh...kalian selamat datang kembali" sambut pak Aizen ramah, keempat cewek itu cuman tersenyum manis membuat anak cewek yang di sana iri dan anak cowok yang ada di sana (kecuali Toushirou, Ichigo, Renji, dan Ulquiorra yang baru bangun) mau pingsan.
"Kami dari Paradise Girls. Aku Kuchiki Rukia" kata cewek pendek, berambut hitam, cantik *sebenernya menurut author sih biasa aja* dan bermata Violet, saat Rukia memperkenalkan dirinya Ichigo tertawa karena kelasnya mendapat tambahan stok murid cebol.
"Aku Hinamori Momo" kata cewek bercepol satu, dan berambut hitam
"Aku Inoue Orihime" kata cewek ber"itu" besar dan berambut orange panjang dengan malu–malu.
"Aku Arisawa Tatsuki" kata cewek dengan dandanan yang cewek-kecowok-cowokan a.k.a tomboy.
"Kalian duduk di bangku yang sudah di sediakan" kata pak Aizen. Mereka berjalan dan duduk (?) di bangku yang tersisia di pojok bagian belakang. Setelah 20 menit pelajaran pak Aizen bel Istirahat berdering nyaring sebenernya semua murid yang ada di kelas itu ingin mengerumuni dan SKSD sama para member Band Paradise Girls itu tapi sebelum mereka mendekati bangkunya seorang member yaitu Tatsuki memelototi mereka seakan bilang jangan–ganggu–makan–siang–kami dengan galaknya. Ditengah acara makan bersama para cewek itu, tiba–tiba Rukia berdiri dan berlari pergi karena ingin membereskan berkas–berkas yang ada diruang kepsek alias ruang kakaknya Kuchiki Byakuya, lalu Inoue juga pergi karena ingin ke toilet, dan akhirnya Momo juga keluar kelas karena mau mengopy game dari adik kelas, gitu–gitu Momo jugalah seorang maniak game. Akhirnya, jadilah Tatsuki sendirian di kelas itu bersama dengan baboon *di telen Zabimaru* maksudnya dengan Abarai Renji.
Renji mendekati bangku Tatsuki, drumer Bleach Band ini sebenrnya tertarik dengan Tatsuki karena gosip yang beredar bilang bahwa gebukan tangan dari Arisawa Tatsuki sangat lah wow.
"Apa lo?" tanya Tatsuki galak begitu melihat ada yang deket–deket dia.
"Galak amat sih neng" kata Renji SKSD, lalu mata Renji menangkap sebuah benda yang menarik perhatiannya di meja cewek itu. Renji mengambil sebuah flash disk berukuran 16 GB yang bersarung katak itu, dia melihat–lihat bentuknya, karena nggak terima flash disknya di mainin sama orang nggak di kenal Tatsuki merampasnya dengan kasar
"Dasar baboon... ini penting banget tau!" Tatsuki membentak Renji lalu menendang kaki pemuda itu kuat–kuat lalu berdiri dan meninggalkan sang baboon ralat maksudnya Renji kesakitan. Renji yang nggak terima di perlakuin seenaknya berlari pergi ke ruang guru dia mau menemui guru sekaligus manager Bleach Band.
---------------------------------------------------------------------------------------------
Di depan toilet...

Orihime bersungut–sungut kesal, masa mau buang air kecil saja susahnya minta ampun, yang di salamin mulu lah, di mintain tanda tangan lah, ahh...pokoknya sampai pas di dalam bilik dia nggak bisa tenang deh...untung ga sampai lama dan dia bisa langsung kabur dari murid–murid yang SKSD itu. Orihime berjalan sambil menunduk dan menggerutu sehingga dia nggak liat jalan sampai akhirnya...
BRRRRUUUKKKK... Orihime jatuh terduduk
"Aduh...kalau jalan liat–liat dong!" Orihime membentak orang yang bertabrakan dengannya sambil mengelus dahinya yang sakit
"Yang harusnya bilang gitu itu gue" kata orang itu dingin, Orihime berdiri dan melihat orang yang bertabrakan dengannya. Sebenernya sih Orihime mengaku salah dalam hatinya tapi karena gengsinya yang segede gunung Alpen dia nggak mau mengakui itu.
"Baka! Lo ga liat apa gue lagi stress! Yang salah itu ya lo!" bentak Orihime lagi. Orang itu cuman diam untuk beberapa detik
"Udah marahnya? Kalau belum cepet selesain gih gue mau pergi, gue sibuk" kata orang itu dengan nada datar dan tanpa ekspresi. Orihime yang di gituin jelas sebel dong, dia berpalm face ria sementara orang yang bertabrakan dengannya tadi berlari pergi.
"BAKA!" jerit Orihime kesal, lalu dia berlari ke ruang guru untuk menemui guru sekaligus manager Paradise Girls Band.
---------------------------------------------------------------------------------------------
Di lorong kelas 1-D

Hinamori berjalan sambil senyum-senyum gaje, secara gitu lho dia habis dapat game baru yang banyaaakkk banget hasil dari minta sama adek kelas, sebagai maniak game tentu dia seneng banget dong... karena asyik cengengesan ga jelas dia nggak nyadar kalau sekarang di belakangnya ada sekerumunan siswa yang menuju arahnya begitu di belokan lorong dia baru sadar dan saat itu sudah telat karena fansnya sudah tinggal 1 meter lagi, jadi deh Hinamori panik sampai nggak mikirin cara melarikan diri, di saat panik itulah ada sebuah tangan kecil yang menariknya ke arah lorong itu lalu menyeret cewek itu ke arah gudang.
"Makasih ya" kata Hinamori sambil menatap cowok berambut putih di depannya dengan senyum mengembang
"Ga perlu" kata cowok itu cuek lalu meninggalkan Hinamori yang masih terlongo dengan sikapnya. Begitu sadar Hinamori langsung mencekal pergelangan tangan pemuda itu
"Kenapa sih! Lo punya dendam ya sama gue Shiro-chan" kata Hinamori. Orang itu langsung terperangah
"Kok tau nama gue?" tanyanya bingung.
"Jelas–jelas di name tag mu tertulis Hitsugaya Toshiro" kata Hinamori sambil menunjuk dengan dagunya, dalam hati Hitsugaya merutuki kebodohannya hari itu, lalu dia melepas cekalan tangan Hinamori
"Lain kali kalau cengengesan jangan kelewatan ya cebol" kata Hitsugaya. Hinamori mendengus kesal
"Ah... dan jangan panggil gue Shiro-chan" kata Hitsugaya dingin
"Terserah gue dong, dasar udah cebol juga, nggak nyadar lagi" kata Hinamori. Mendengar itu telinga Hitsugaya memanas dia menekan emosinya dalam–dalam, berusaha menjaga sikap coolnya
"Kalau emosi, nggak usah gengsi deh!" kata Hinamori santai. Hitsugaya langsung pergi meninggalkan cewek itu dia mau battle musik sama tu cewek!. Hinamori yang di tinggal mendengus kesal lalu pergi meninggalkan tempat itu ke arah ruang guru.
---------------------------------------------------------------------------------------------
Di dekat taman

Rukia berjalan riang sambil memeluk boneka chappy yang baru di belikan oleh kakaknya Kuchiki Byakuya a.k.a sang kepala sekolah sekaligus pemilik sekolah musik itu.
"Nii-sama...aku makin sayang deh sama nii-sama" gumam Rukia pelan masih sambil memeluk bonekanya. Nggak sengaja boneka chappy yang besar itu jatuh, lalu berguling–guling di tanah yang kotor Rukia menunduk mencoba mengambil boneka itu, satu dorongan lagi tangannya bakal memegang boneka itu tapi, sebuah kaki yang di balut sepatu menginjak boneka tak bersalah itu. Rukia mendongak. Sekarang didepannya berdiri seorang pemuda dengan rambut mirip duren yang berwarna oranye, Rukia nggak peduli lagi sama orang itu dia menunduk lagi mau menggambil chappynya tapi orang itu malah menginjak–injak chappy itu, Rukia langsung mendongak dan memberi cowok itu tatapan marah dan sayangnya tatapan itu nggak ngaruh sama cowok itu
"Balikin!" perintah Rukia tajam
"Nggak ah" kata cowok itu sambil menendang chappy tak berdosa itu ke arah danau. Mata Rukia melotot maksimal melihat adegan itu, dan saat chappy itu masuk ke kolam kita bisa mendengar suara CCCEEEEKKKRRRAAAKKK yang keras dari hati Rukia yang patah. Tanpa rasa bersalah cowok itu melangkah pergi dari tempatnya.
"DASAR STRAWBERRY SALAH WARNA!" teriak Rukia kencang dengan background api yang menyala–nyala. Cowok itu berbalik, menatap Rukia tajam, lalu meninggalkan gadis itu.

Di ruang guru...

Para member dari Paradise Girls dan Bleach Band datang bersamaan dan di depan manager mereka masing–masing mereka berteriak bersama.
"Kita mau nantang Paradise Girls/Bleach Band" kata mereka bersamaan, lalu member dari Grup masing–masing saling bertatapan dan berkirim death glare. Para guru yang ada di situ cuman bisa sweat drop, Ichimaru Gin selaku manager Bleach Band makin lebar saja senyum rubahnya, Matsumoto Rangiku selaku manager Paradise Girl hanya tersenyum simpul melihat para gadis di depannya ini.
"Baiklah kalian mau battle kan? apa yang dilakukan jika menang? Dan apa yang dilakukan jika kalah?" tanya Rangiku memecah keheningan
"Yang kalah harus jadi budak yang menang selama 1 bulan" Rukia bicara, member Paradise Girls yang lain cuman mengangguk
"Ga bisa, gue ga terima" kata Ichigo
"Hoo... jadi lo takut kalah karena lo ga bisa ngerjain tugasnya pembokat" ejek Rukia. Ichigo mengepalkan tangannya, kesal. Baru saja dia ingin unjuk bicara tapi sudah di potong oleh suara Gin
"Kalian untung kalau menang, berhubung pembantu pribadi kalian lagi pergi jadi kalian bisa manfaatin mereka selama 1 bulan" kata Gin
"Ah manager enak bilang gitu" kata Renji
"Gue bakal ikut taruhan kok" kata Gin. Rangiku yang melihat itu juga nggak mau kalah dia memberi isyarat pada anak didiknya kalau dia juga akan ikut terima hukuman kalau mereka kalah.
"Ok! Jadi... kapan?" tanya Hinamori tegas
"1 minggu lagi di aula sekolah" kata Hitsugaya nggak kalah tegas
"Lagunya terserah, satu aja jangan banyak–banyak" kata Rangiku
"Terserah mau bahasa jepang ato bahasa asing" kata Gin dengan santainya. Kedua kubu itu berfikir keras setelah beberapa menit mereka berfikir akhirnya mereka bicara barengan lagi.
"Losing My Mind/ Good Bye" kata dua kubu itu barengan
"Jangan ngikutin kita!" jerit dua kubu itu barengan lagi
"Sudah...sudah kalian siap–siap sana. Saya mau pertunjukan yang spektakuler dari kalian" kata pak Byakuya yang tiba–tiba muncul. Kedua kubu itu pun langsung saling berkirim death glare sebentar dan berlari pergi. Paradise Gils ke ruang musik IIIA yang ada di lorong sebelah kanan sedangkan Bleach Band ke ruang musik IIIB yang ada di lorong sebelah kiri, yang lain hanya geleng–geleng melihat itu. Kedua kubu berlatih keras untuk memenangkan taruhan itu, dengan cepat kabar tentang battle itu pun tersebar luas, samua guru dan para murid sangat senang dan antusias. Lumayan bisa liat konser gratis...
1 minggu kemudian...
Rukia menggendong tas yang berisi gitar merah keberuntungannya, Tatsuki membawa stik drum favoritnya, Hinamori tidak membawa apapun karena dia yang sumbang suara dan Orihime sebagai bassist membawa bass kesayangannya. Di persimpangan ke aula mereka bertemu para member Bleach Band, Renji dengan stik drum kebanggaannya, Ichigo nggak membawa apa pun karena dia akan memainkan grand piano, Ulquiorra kali ini juga tidak membawa apa–apa karena dia yang biasanya bassist sekarang jadi keyboardist dan Hitsugaya yang tidak membawa apapun. Mereka saling berkirim death glare, saat Rukia maju Ichigo juga maju mereka berdua saling berhadapan dan memandangi satu sama lain dengan dingin
"Jangan harap karena kalian cewek kami mau mengalah" kata Ichigo dengan nada menusuk. Rukia tersenyum evil
"Jangan menangis jika lebih buruk di banding cewek" Rukia berkata dengan nada yang tidak kalah menusuk lalu berjalan pergi diikuti dengan para member Paradise Girls yang lain. Denga kesal Ichigo DKK berjalan di belakangnya.

Di Aula...

"Minna~ saya Hanatarou yang ditugaskan pak Kuchiki Byakuya untuk menjadi hostnya" kata seorang cowok dengan rambut hitam.
"Dan saya Uryuu Ishida sebagai Co-host hadir!" kata cowok berkaca mata dengan riang gembira
"Baik lah... para perwakilan dari ke dua band silahkan maju" kata Hanatarou tak kalah riangnya. Rukia dan Ichigo naik ke atas panggung, mereka berhadapan dan saling mengirim death glare, maklum sekarang yang memisahkan mereka hayalah host dan co-host.
"Ok! Kalian berdua milih kepala atau ekor?" tanya Ishida
"Ladies First" kata Ichigo dengan tatapan tajam
"Hoo...aku merasa tersanjung strawberry-sama" kata Rukia dengan nada menyindir dan menatap Ichigo sengit
"Ano...eto...milih yang mana?" tanya Hanatarou takut–takut
"Kepala" kata Rukia dengan senyuman manisnya. Melihat itu para fans Paradise Girls terutama yang cowok pada nosebleed semua.
"Nggak ada pilihan lain selain ekor" kata Ichigo dengan wink dan senyuman, para fansnya Bleach Band terutama yang cewek langsung teriak–teriak gaje plus lonjak–lonjak kayak orang ga waras.
Koin di lemapar lalu dengan mulusnya koin itu jatuh dan menampakkan gambar ekor, Rukia turun dari panggung sementara Ichigo menuju ke sebuah grand piano putih, setelah teman–temannya siap dia mulai menarikan tangannya di atas tuts–tuts grand piano itu, memainkan intro lagu, setelah intro mau selesai suara merdu Hitsugaya menyusul lalu di tambah permainan keyboard dari Ulquiorra dan gebukan halus drumnya Renji.
(A/N: saya nggak hafal lirik bahasa koreanya... jadi pake bahasa Inggrisnya aja ya! lagi pula saya males ngetik banyak–banyak Nyehehehehe~~)


I think i lost my mind at that time
how could i left you
i only loves you i'm really sorry
i could only cry
I think i lost my mind at that time
how could i left you
i really miss it. i miss you
please forgive me~ i think i lost my mind
i know that it's too late now
even i'm sad it's all useless
even if the wind blows and my heart is lonely
i can't see you anymore, oh~
oh baby don't leave me
oh baby you're the only one for me
please come back. please hug me tightly
i can't bear it without you
I think i lost my mind at that time
how could i left you
i only loves you i'm really sorry
i could only cry
I think i lost my mind at that time
how could i left you
i really miss it. i miss you
please forgive me~ i think i lost my mind
i couldn't say the word 'i love you' (because i'm sorry)
i also couldn't say the word 'thanks' (because you might leave)
come backt to me my girl (my girl)
i can't sleep today because of you
oh baby don't leave me
oh baby you're the only one for me
please come back. please hug me tightly
i can't bear it without you
I think i lost my mind at that time
how could i left you
i only loves you i'm really sorry
i could only cry
I think i lost my mind at that time
how could i left you
i really miss it. i miss you
please forgive me~ i think i lost my mind
i wanna hug you slowly, i wanna kiss you slowly
i wanna fall a sleep in your arms yeah yeah yeah

Beriringan dengan suara Hitsugaya yang selesai permainan keyboard Ulquiorra, piano Ichigo, dan drum Renji juga selesai, disusul dengan tepukantangan riuh dan suit–suitan. Setelah mereka membungkuk hormat mereka semua turun dari panggung itu lalu pada personil Paradise Girls naik. Setelah menarik nafas Rukia memetik gitarnya memasuki intro di susul dengan alunan bass milik Orihime dan terakhir gebukan drum halus milik Tatsuki yang nantinya semua instrumen itu akan jadi bertambah keras dan cepat seiring berjalannya melodi lagu. Intro selesai terdengarlah suara merdu Hinamori.
The beginning started coincidentally for us
At first, I'd never knew this would be love
even in my dream but it is
Your heart keeps going thump thump
You keep smiling at me and starting to love me
without even realizing it
You have fallen for me, fallen for me, melted in my sweet love
You have fallen for me, fallen for me, mesmerized by my charming gaze
See my eyes
You fell for me
See my eyes
You have fallen for me
Love always comes unexpectedly like destiny
It soaked me like shower I'd never know it was love
Even eyes closed, I occur to you from time to time
Whenever you see your face blushing
You fall in love with me without even realizing it
You have fallen for me, fallen for me, melted in my sweet love
You have fallen for me, fallen for me, mesmerized by my charming gaze
See my eyes
You fell for me
See my eyes
You have fallen for me
I fall in love with you too
Now I will confess I am fall in love with you too
My heart says I am in love with you
See your eyes just look at me
See your eyes I love you
forever and ever after time passes
without knowing it you have fallen for me

Hinamori berhenti bernyanyi, beberapa menit kemudian gebukan drum dan petikan bass gila–gilaan by Tatsuki dan Orihime berhenti. Lalu suara tepukan tangan dan suit–suitan tambah menggila ruang aula itu, para personil Paradise Gils turun lalu Hanatarou dan Ishida sebagai Host dan Co-host melompat naik ke atas panggung.
"Baiklah minna~ di sebelah kursi anda ada sebuah tombol. Silahkan pencet yang merah jika anda memilih Paradise Girls dan biru jika Bleach Band" kata Hanatarou ceria
"Ingat! Cuman boleh satu kali! Satu kali!" kata Ishida dengan gaya lebay plus sambil menaikkan kaca matanya
"Mulai!" kata Hanatarou melalui mic lalu layar di belakang panggung itu menyala menunjukkan angka yang terus–terusan berubah, sementara dua kubu di depannya saling berkirim death glare para Host dan Co-host cuman bisa sweatdrop besar ngeliat itu. 15 menit kemudian...
"Wuuaahhh... pemenang dari battle ini adalah Paradise Girls!" kata Hanatarou. Ishida menaikkan kaca matanya lagi.
"Dari 1500 murid yang ada di seluruh sekolah ini ada 755 yang memilih Paradise Girls dan 745 yang memilih Bleach Band." kata Ishida
"Wow... nyaris! Hanya selisih 10 orang saudara–saudara!" kata Hanatarou
"Karena Hostnya sudah mau gila. Mending kita tutup acara ini. Saya Ishida Uryuu sebagai Co-host di sisni" kata Ishida
"Dan saya Hanatarou sebagai Hostnya" kata Hanatarou
"Kami mohon undur diri" kata Hanatarou dan Ishida barengan tarus langsung ngacir ke backstage dan pulang ke rumah masing–masing.
---------------------------------------------------------------------------------------------
Sedangkan itu di backstage...

Rukia melambaikan kertas perjanjian di depan Ichigo dan member Bleach Band lainnya termasuk di depan managernya Bleach Band. Sekarang kertas perjanjian yang berisi bahwa member dan manager Bleach Band harus menjadi babu member dan manager Paradise Girls itu sudah di tandatangani oleh kedua belah pihak, dan sampai sekarang Ichigo yang syok langsung pundung di pojokan dengan aura suram, Rukia yang melihat itu tertawa iblis sedangkan yang lainnya (lagi–lagi) sweatdrop.
"Nentuinnya di undi ya!" kata Orihime sambil membawa kotak kebahagiaan(?) yang isinya nama calon babu member dan manager Paradise Girls. Orihime menaruh kotak kebehagiaan(?) itu di tengah meja
"Aku dulu" kata Tatsuki santai sambil memasukkan tangannya lalu mengudek–udek(?) (A/N ga tau bahasa baiknya apa) isi kotak itu lalu menggambil sebuah gulungan kertas putih dan membukanya.
"Baboon! Lo ama gue!" Tatsuki berteriak setelah membaca isi kertas itu
"Gue nggak budek tarzan" balas Renji yang kesel karena diledekin baboon
"Sekarang gue" kata Orihime lalu mengambil satu kertas tanpa mengaduk–aduknya terlebih dahulu dan langsung membukanya
"Ulquiorra-kun lo sama gue, mohon bantuannya" kata Orihime yang semi–semi alim(?) seperti biasa Ulquiorra hanya mengangguk dengan wajah datar menanggapi berita itu.
"Gue!" Hinamori memasukkan tangannya lalu mengeduk–aduk kotak keberuntungan itu sambil komat–kamit 'eto...eto...' nggak jelas.
10 menit kemudian...
30 menit kemudian...
1 jam kemudian...
2 jam kemudian...
"Author gila gue sampe ngantuk nih nungguinnya" teriak rukia
"Ehehehehe...kok malah gue sih yang salah! Yang lemot kan Momo bukan gue" kata author ga terima *langsung ditimpuk Hinamori FC*
"Kan lo yang bikin dia lemot di fic ini!" teriak Tatsuki frustasi
"Eh! Iya...iya... lupa gue. Udah deh sana balik ke cerita" kata Author ngusir–ngusir Rukia ma Tatsuki pake kemoceng (?) BTS ya....

Hinamori mengambil sebuah kertas dengan mata berbinar–binar plus efek bling–bling di backgroundnya yang lain cuman bisa sweatdrop dan mendesah lega sambil sujud syukur karena Hinamori berhasil memilh kertasnya. Hinamori membuka kertasnya lalu membacanya
'Ma'af anda kurang beruntung. Silahkan mengabil kertas lagi sampai anda beruntung' begitulah yang tertulis di kertas itu, yang lain pada cengo trus akhirnya Tatsuki sama Renji ketawa ngakak
"Gyyaaahahahaha...lo milih kertas ampe 2 jam ternyata cuman itu yang di dapet! ha...ha...ha..." kata Tatsuki sambil gulung–gulung di lantai
Hinamori cemberut berat ngeliat Tatsuki sama Renji yang sekarang ngetawain gadis manis nan cantik yang kena sial ini (A/N gue nulis 'manis' sama 'cantik'nya sambil tutup mata karena ngeri sama tulisan gue yang bagian itu lhoo!). Rangiku sebagai managernya menepuk puncak kepala Hinamori lembut lalu memberikan sebuah kertas yang lain pada cewek itu (A/N gue buat Rangiku jadi keibuan di sini). Hinamori menerima kertas itu dengan seulas senum manis bagaikan madu #haalaah# dia membuka kertas itu dan mendapati nama Hitsugaya Toshiro tertulis dengan huruf besar dan rapi, dia tersenyum ke arah Hitsugaya yang bagi member lain adalah angel smile tapi bagi Hitsugaya adalah evil smile.
"Shiro-chan~ lo sama gue!" kata Hinamori dengan nada manis. Hitsugaya menelan ludah paksa 'mati gue' rutuknya dalam hati.
"Matsumoto-san giliran anda" kata Rukia sambil menyodorkan kotak itu pada Rangiku. Tanpa ba-bi-bu apalagi be dan bo Rangiku mengambil sebuah nama dan membukanya lalu dia terkejut.
"Astaga Gin-kun, lo sama gue" kata Rangiku yang shock karena ternyata dia mendapat pasangan manager. Ichigo yang mendengar suara Rangiku langsung menghentikan acara pundung dengan aura suram-nya trus nimbrung di kedua kubu itu
"Berarti gue ama..." Ichigo menggantung kalimatnya dan menelan ludah
"SIIAAALLL! KENAPA GUE HARUS SAMA LO SIH KEPALA JERUK!" teriak Rukia sambil mencak–mencak marah
"Ga tau gue! tanya aja ama authornya" kata Ichigo
"Eh Author sialan. Napa lo bikin gue sama jeruk yang nggak ada keren–kerennya ini sih" kata Rukia sambil nodongin es krim(?)
"Ehehehe...ini kan ICHIRUKI bukan ICHIHITSU. Aku kan nggak pinter bikin YAOI. Coba kalau pinter, udah dari tadi aku pasangin ICHIGO sama HITSUGAYA bukannya jadiin ICHIRUKI gini" kata author dengan muka sedih sambil mewek–mewek gaje. Rukia langung pasang tampang SWT denger penuturan author yang 100% jujur itu. Hitsugaya sama Ichigo langsung ber-blushing ria, yang lain cuman bisa sweatdrop
"Ahahahaha...daripada bertengkar ga jelas gini mending kita balik aja yuk!" ajak Rangiku sambil ketawa kaku. Author langsung angguk–angguk gaje sambil menyeruput teh anget. Akhrinya mereka langsung menyeret pasangan masing–masing, kecuali Rukia yang berjalan dengan lunglai seakan nggak ada semangat hidup lagi yang di belakangnya di ikuti Ichigo dengan aura yang sama suramnya. Mereka langsung menuju kediaman masing masing.

TBC


Jikai : Battle Love : The Princess and Her Butler
Summary : para member dan manager Bleach Band harus jadi butler pribadi bagi para member dan manager Paradise Girls! Ichigo di buat terkagum–kagum oleh kamar Rukia. Hitsugaya di buat menlongo oleh ruang istirahat pribadi Hinamori, belum lagi dia merasa Hinamori merencanakan sesuatu padanya, dan Hitsugaya cuman bisa mengutuk surat perjanjian yang membuatnya nggak bisa membantah perintah Hinamori saat dia mengetahui rencana cewek itu.

Kinana's Talk

Kinana : Minna~ baru pertama udah gaje gini #mewek–mewek#
Yu-chan : Elo sih! Bikin naskah ga mutu #nunjuk–nunjuk fic diatas#
Kinana : Gomen Yu-chan! Dan fic ini multichap lagi... padahal kan aku masih baru...dan masih balom ngerti sistem FFn...jadi para senpai tolong kasih tau caranya ngepost cerita yang berchapter dong! Misalnya buat ngepost chapter 2 dari Battle Love ini #puppy eyes#
Yu-chan : #muntah darah# dan para senpai yang baik hati...tolong OSPEKin fic ini ya... yang mau komen apa aja boleh kok!
Ichigo : yang mau ngeflame juga nggak apa! authornya pasrah
Kinana : Iya...pasrah gue. nggak apa kok kalau mau ngeflame palingan juga nggak di baca orang aku masih belom sempet ngutak–ngatik FFn ku. jadi ya... masih belom tau di mana tempat Flame-nya dimana tempat Reaview-nya...orang bikin profil FFn-nya aja belom!
Hitsugaya : dasar BAKA!
Kinana : Hitsu-kun...hiks...jahat! #nangis lebay#
Hitsugaya : #cuek#
Yu-chan : biarkan saja ntu author satu. Dari pada ngeliat dia mending kalian pencet ijo–ijo di kotak Reaview dengan semangat!
Rukia : yang mau Reaview Onegai! #cute face#
All except Kinana yang masih nangis lebay : REAVIEW PLEASE! YOU WILL GET LUCK IF YOU REAVIEW! #motto apaan nih?#
 

Brain Gray Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei